fafa50f3-4293-4cc6-8d16-4ebb22209463

Berikutnya

AUTOPLAY
Gerakan Bayangan DPR Ketika Wabah Corona
3:34
Play video
Kalau Semua Tersangka Ngomong Gak Sengaja, Emang Bebas Gitu ?
5:45
Play video
Ekspor Benih Lobster Dibuka Buat Politisi?!
2:13
Play video
Pakde Jokowi Mau Bikin Dinasti Wi?
2:39
Play video
Menteri Nadiem Bagi-Bagi Duit Miliaran Asal-Asalan?
2:05
Play video

KPID Jabar Emang Terbaique

4,334 • Dipublish 14 Maret 2019

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat batasi 17 lagu karena dinilai berlirik "cabul". Pembatasan yang ditetapkan pada 18 Februari 2019 melalui surat edaran langsung menuai pro dan kontra.

Penolakan datang dari berbagai pihak, masyarakat umum, musisi lokal maupun internasional. Masyarakat pertanyakan tafsir lagu-lagu itu menurut KPID Jabar. Selain itu, efek mendengarkan lagu itu apakah benar-benar menjadikan seseorang cabul?

Menurut pengamat musik, Wendi Putranto, kebijakan ini percuma dan sia-sia. Pasalnya, masyarakat masih bisa akses platform lain seperti Youtube dan Spotify. Walaupun dua platform itu bukanlah wewenang KPID Jabar.

Meski banyak dapat penolakan, KPID Jabar bersikukuh menerapkan aturan ini.

Tonton juga Debat Awkward Tsamara Amany VS Faldo Maldini yang dimoderasi Mr. Ngehek di https://opini.id/politik/watch-9778/debat-awkward-tsamara-amany-vs-faldo-maldini

1 Komentar

0/200

gembelngehe2 tahun yang lalu
gaada yg baru?