d5960206-4933-40cf-909b-c21b48fcd93f

SM Gak Perlu Diproses Hukum

502 • Dipublish 4 Juli 2019

Peneliti SETARA Instritute Bonar Tigor Naipospos berpendapat kasus perempuan pembawa anjing ke dalam masjid gak perlu diproses hukum. Bonar mengatakan polisi tidak bisa memidanakan SM karena ia alami gangguan jiwa.

Lebih lanjut Bonar berpendapat mengesampingkan proses hukum bukan abaikan aturan hukum yang ada, justru mengikuti hukum KUHP. Dalam pasal 44 KUHP berisi orang yang mengidap gangguan jiwa tidak dapat dipidanakan karena kehendaknya tidak bisa dipertanggung jawabkan. Sehingga, apa yang dilakukan oleh SM tidak bisa dihitung sebagai penodaan agama seperti yang dituduhkan oleh polisi.

Sampai sekarang SM ditahan sebagai tersangka oleh polisi atas kasus penodaan agama. Polisi sempat mengatakan bahwa SM sudah dipastikan mengalami gangguan jiwa setelah diperiksa dokter kejiwaan RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Polisi juga menyerahkan status tersangka yang mengalami gangguan jiwa kepada pengadilan.

Bonar menilai polisi terlalu memaksakan SM soal statusnya menjadi tersangka penodaan agama. Ia menilai polisi takut aksi protes yang bakal dilakukan kelompok massa mayoritas yang tidak setuju denga perilaku SM membawa anijing ke dalam masjid. Jika ini diteruskan maka penegakan hukum terkesan berpihak dam berpotensi mencemari keadilan di Indonesia.

0 Komentar

0/200