fd5d07db-c027-4236-b057-c99ad3e4ac7d

Berikutnya

AUTOPLAY
PBB: Serangan udara Israel ke Palestina terindikasi sebagai kejahatan perang
1:37
Play video
Kondisi Covid-19 lebih gawat dari India, Malaysia lockdown total dua pekan
1:29
Play video
Kasus Covid-19 melonjak, Vietnam temukan varian baru kombinasi B.1.617 dan B.1.1
1:17
Play video
Kebakaran KM Karya Indah: jumlah korban tidak sesuai manifes penumpang
1:44
Play video
Lalu lintas padat, Pemprov DKI Jakarta kaji penerapan kembali ganjil genap
1:14
Play video

Lukisan gua tertua di Sulawesi terancam rusak karena perubahan iklim

4,177 • Dipublish 31 Mei 2021

Lukisan babi hutan di situs Maros_Pangkep, Sulawesi Selatan, yang diperkirakan berusia 45.500 tahun terancam rusak.

Jill Huntley, peneliti dari Place, Evolution, and Rock Art Heritage mencatat lebih dari 300 situs gua berisiko rusak akibat perubahan iklim. Ditulis IFL Science, Senin (17/5/2021), seni cadas tersebut terancam oleh pelapukan agresif.

Kepada Kompas.com, pakar seni cadas Indonesia dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Arkenas), Adhi Agus Oktaviana mengatakan, perubahan iklim yang terjadi dapat membuat produksi garam geologi semakin meningkat, dan berisiko meningkatkan pengelupasan dinding goa.

Tidak hanya lukisan babi yang ada di situs tersebut. Lukisan stensil tangan, kerbau, dan manusia setengah binatang juga ditemukan di gua. Lukisan tersebut mungkin memperlihatkan petunjuk baru mengenai permulaan budaya agama di nusantara.

0 Komentar

0/200