631541b4-cdf8-42fb-98e9-7cb145fc9e6d

Lidah Mertua Jadi Solusi Polusi

152 • Dipublish 24 Juli 2019

Gagasan Pemprov (Pemerintah Provinsi) DKI Jakarta buat perangi polusi pakai tanaman lidah mertua bikin orang pada bertanya-tanya. Emang benar ya, lidah mertua efektif serap polusi? Pemprov Jakarta merujuk pada penelitian NASA sebagai dasar buat proyek ini.

Tapi kalau menurut penelitian NASA yang dipublikasi tahun 1989 itu, tanaman lidah mertua emang bisa serap polusi jenis formaldehida dan trikloro-etilen. Formaldehida dan trikloro-etilen biasa ditemukan di ruangan karena benda-benda yang kita gunakan diproses dengan senyawa itu, misalnya tas, kertas, hingga cat dinding. Tanaman yang diteliti NASA tidak cuma lidah mertua, tetapi juga bambu dan sri rejeki (Aglaonema modestum).

Dalam riset itu, lidah mertua terbukti menyerap senyawa racun, tetapi caranya tak semudah ditaruh di ruangan. Lidah mertua ditaruh dalam pot berisi karbon aktif yang dilengkapi lampu untuk induksi stomata dan saluran untuk air buangan. Udah gitu, polusi di luar ruangan jenisnya lebih banyak kayak karbon monoksida, karbon dioksida, timbal, dll.

Kalau menurut pakar tanaman hutan kota Endes N Dahlan, tanaman pepohonan lebih efektif dalam menyerap polutan penyebab polusi udara dibandingkan tanaman jenis lain. "Mawar, anggrek, lidah mertua juga bisa, tapi tidak setinggi tanaman pepohonan kemampuan serapan polutannya," katanya di Jakarta, Senin (22/07/2019), dilansir Antara.
Profesor dari Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor itu menambahkan bahwa tanaman pepohonan mampu menyerap polutan lebih tinggi karena memiliki jumlah daun yang lebih banyak.
"Semua daun bisa menyerap dan menjerap. Tapi jumlah daunnya banyak tidak? Luas tidak?" tegasnya.

Sebenarnya sih, atasi polusi itu gak semudah tinggal nanam pohom. Yang paling penting itu ya kesadaran warga ibukota buat kurangi pemakaian kendaraan pribadi.

0 Komentar

0/200