60c9808d-df5f-4c0a-ab6f-43afb6fb6325

Kuy Mandi Hutan Biar Gak Stres

265 • Dipublish 27 Juni 2019

Jalan-jalan di antara rimbunnya pepohonan sambil menghirup udara segar bisa menyegarkan fisik dan pikiran. Kegiatan itu istilahnya mandi hutan. Bagi orang Jepang, kebiasaan tersebut sudah menjadi tradisi sejak lama dan pada akhirnya dipromosikan secara resmi oleh pemerintah.

Pengukuhan program ini terjadi pada 1985 usai diusulkan oleh kementerian kehutanan dan kemudian menjadi program kesehatan publik nasional. Namanya forest-air bathing and walking atau mandi hutan.

Dalam bahasa Jepang disebut Shinrin-yoku. Kegiatan ini bukan bertujuan untuk memompa adrenalin sebagaimana berpetualang.Tapi cukup pergi ke tengah-tengah pepohonan atau ke kawasan hutan bambu, cari suasana yang tenang, lalu relaksasi.

Beberapa orang melakukannya dengan bermeditasi dengan cara duduk di bawah pohon yang rindang. Penelitian awal yang dilakukan untuk menganalisis efek dari mandi pohon ini pernah dilakukan pada akhir 1990-an oleh ahli terapi geronto asal School of Medicine di Universitas Hokkaido.

Riset ini melibatkan 87 orang yang berstatus pasien diabetes dengan pengobatan non-insulin. Tugas para responden adalah menempuh jarak 3 km dengan estimasi waktu 30 menit untuk menyelesaikannya, atau jalur kedua sejauh 6 km dalam waktu satu jam. Kedua jalur sama-sama melewati hutan di mana mereka kemudian diambil sampel darahnya secara berkala.

Setelah dilakukan selama sembilan kali dalam kurun waktu enam tahun, hasilnya menunjukkan bahwa mandi hutan alias Shinrin-yoku secara signifikan mampu memperbaiki kondisi ke-87 pasien diabetes dengan menurunkan kadar glukosa darahnya hingga 38,9 persen untuk jalan sepanjang 3 km dan 40 persen untuk jalan sepanjang 6 km.

0 Komentar

0/200