9a4606a2-13b5-4d9b-8e17-d900365edd5f

Berikutnya

AUTOPLAY
Menjawab Masjid "Illuminati" Al-Safar
0:50
Play video
Diskon Ojol Bakal Dihapus
0:41
Play video
Trump Pede Mau Ketemu Xi Jinping
0:51
Play video
Banjir Bandang Pasca Lebaran
0:41
Play video
Copot Cincin Sampai Ke Damkar
0:44
Play video

Tetap Berkarya Lewat Kedai Kopi

474 • Dipublish 11 Juni 2019

Kedai kopi yang satu ini unik. Selain jualan kopi, kedai juga jadi medium sharing bahasa isyarat. Maklum, para pendirinya adalah disabilitas tuli. Koptul bukan hanya untuk para founder, Andhika, Putri, Erwin. Lewat Koptul mereka ingin menyuarakan kesetaraan dan sampaikan kalau penyandang disabilitas bisa kerja secara profesional.

Untuk memesan kopi, pengunjung mau tak mau memang harus berinteraksi dengan staf kedai yang seluruhnya tuli. Pengunjung tak perlu risau, sebab mereka terbiasa membaca gerak bibir lawan bicara dan sanggup menanggapi secara lisan juga. Namun, guna menekan potensi miskomunikasi, Putri dan kolega telah menyiasatinya dengan membubuhkan bahasa isyarat di setiap menu.

0 Komentar

0/200