Tetap Berkarya Lewat Kedai Kopi

452 • Dipublish 11 Juni 2019

Kedai kopi yang satu ini unik. Selain jualan kopi, kedai juga jadi medium sharing bahasa isyarat. Maklum, para pendirinya adalah disabilitas tuli. Koptul bukan hanya untuk para founder, Andhika, Putri, Erwin. Lewat Koptul mereka ingin menyuarakan kesetaraan dan sampaikan kalau penyandang disabilitas bisa kerja secara profesional.

Untuk memesan kopi, pengunjung mau tak mau memang harus berinteraksi dengan staf kedai yang seluruhnya tuli. Pengunjung tak perlu risau, sebab mereka terbiasa membaca gerak bibir lawan bicara dan sanggup menanggapi secara lisan juga. Namun, guna menekan potensi miskomunikasi, Putri dan kolega telah menyiasatinya dengan membubuhkan bahasa isyarat di setiap menu.

0 Komentar

0/200