33203f1b-4f3a-455d-b116-ba2d1f360ec3

Soal LGBT Brunei Gak Sekeras Dulu

339 • Dipublish 6 Mei 2019

Banyaknya penolakan dari dunia global soal rencana eksekusi kaum LGBT bikin Brunei Darussalam melunak. Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah, akhirnya tangguhkan pelaksanaan hukuman mati buat kaum LGBT. "Selama dua dekade, kami telah memberlakukan moratorium de facto hukuman mati untuk kasus yang terkait hukum pidana," kata Hassanal Bolkiah saat memberikan pidato awal Ramadhan, Minggu (5/5) seperti dilansir Reuters.
"Ini (moratorium) juga akan diterapkan untuk kasus itu (hukum syariah) yang memberikan pengampunan lebih luas," sambungnya.
Selain itu, Hassanal Bolkiah juga menyatakan bakal meratifikasi Konvensi PBB Menentang Penyiksaan. Hukum internasional itu sudah ditandatangani Brunei beberapa tahun yang lalu.
Dalam pidatonya Hassanal Bolkiah juga menyebut ada salah persepsi yang timbul dari penerapan hukum syariah di negaranya.
Hukum syariah dianggapnya, seharusnya tidak menimbulkan keresahan. Pasalnya, menurut Hassanal Bolkiah, hukum syariah penuh dengan rahmat dan keberkahan Allah.
Sebagai informasi, Brunei yang mayoritas masyarakatnya beragama Islam memberlakukan dua hukum yaitu hukum pidana umum dan hukum syariah. Sebelum diberlakukannya hukuman rajam untuk LGBT, hukum syariah Brunei sudah mengatur beberapa hal semisal pernikahan dan warisan.
Pemerkosaan dan perampokan juga diatur dalam hukum syariah Brunei. Pelaku dua kejahatan itu bisa dihukum mati. Penghinaan Nabi Muhammad dan tidak menunaikan salat Jumat turut dianggap sebagai pelanggaran hukum syariah Brunei.
Sedangkan dalam hukum pidana Brunei ada pula kejahatan yang bisa dihukum dengan hukuman mati. Hanya saja, tidak ada eksekusi selama beberapa dekade. Kalau di Indonesia sih, kayaknya yang pantes buat dieksekusi itu koruptor. Soalnya korupsi udah jelas haram sekaligus merugikan negara.

0 Komentar

0/200