96a55c40-dbcb-4761-8c02-109972eaabe9

Berikutnya

AUTOPLAY
Masih ingat ledakan Beirut? Ini penampakannya pasca enam bulan
1:25
Play video
Gempa magnitudo 7,1 guncang Fukushima, Jepang
1:07
Play video
21 juta lansia divaksinasi pertengahan bulan ini, berikut kriterianya
1:44
Play video
Ratusan pasien di Thailand terinfeksi virus korona varian Afrika Selatan
1:12
Play video
Satelit milik UAE, Cina, dan AS, berlomba jelajahi Mars
1:47
Play video

Jatuhnya pesawat Sriwijaya Air karena kerusakan mekanis

1,924 • Dipublish 13 Februari 2021

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis laporan awal jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Rabu (10/2/2021). Berdasarkan pembacaan Flight Data Recorder (FDR), KNKT mengungkap adanya anomali di perangkat throttle pesawat Boeing 737-500.

Ketua Sub-Komite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Nurcahyo Utomo menjelaskan pada ketinggian 8.150 kaki, tuas pengatur tenaga mesin (throttle) sebelah kiri bergerak mundur (tenaga berkurang) dan yang kanan tetap.

Pilot SJ-182 sempat menghubungi ATC untuk berbelok menghindari cuaca buruk, kemudian pada komunikasi selanjutnya menaikkan ketinggian untuk menghindari papasan pesawat lain. Pada ketinggian 10.600 kaki, tuas throttle sebelah kiri kembali mundur. FDR mencatat auto-throttle tak berfungsi, pesawat menunduk ke depan dan 20 detik kemudian FDR berhenti merekam.

Throttle adalah tuas untuk mengatur tenaga yang dikeluarkan mesin di kiri dan kanan pesawat. Tuas tersebut berada di tengah kokpit antara kursi pilot dan kopilot.

0 Komentar

0/200