Abis Lebaran Enaknya Resign?

242 • Dipublish 18 Juni 2019

Selama bulan Ramadan hingga akhir-akhir ini, mungkin kamu sering lihat temen kantormu ngajuin surat resign alias mengundurkan diri. Ternyata fenomena resign abis Lebaran ini gak cuma ada di kantormu tapi juga terjadi di kantor-kantor lain di Indonesia. Yup, periode libur Ramadhan dan Lebaran emang marak digunakan karyawan untuk menuntaskan proses pindah kerja ke perusahaan lain. Seusai libur Lebaran, mereka menyandang status sebagai karyawan baru di perusahaan lain.
Hal itu tergambar dari data LinkedIn, laman jejaring sosial yang berorientasi bisnis, terutama untuk jaringan profesional.
Jumlah pekerja Indonesia yang tergabung sebagai anggota LinkedIn pada 2014 sampai dengan sekarang sekitar 8 juta-12 juta orang. Mereka berlatar belakang pekerja profesional di sektor formal. Mayoritas adalah generasi milenial atau anak muda yang lahir antara 1980-1999.
LinkedIn menemukan, pada 2014-2019, kepindahan kerja anggota yang berada di Indonesia ke perusahaan lain dilakukan selama bulan Ramadan. Dengan demikian, setelah Lebaran, mereka telah menjadi karyawan di perusahaan lain.
Pada Ramadan 2014 – 2018, anggota yang terpantau sistem LinkedIn pindah kerja ke perusahaan lain sekitar 6-7 persen dari total anggota LinkedIn. Adapun pada Ramadan tahun ini, anggota yang pindah kerja sekitar 9-10 persen terhadap total anggota.
LinkedIn tidak mengungkap secara detail alasan anggotanya pindah kerja ke perusahaan lain pada periode tersebut.
Kendati demikian, LinkedIn mengungkapkan, selain periode Ramadan dan Lebaran, anggota biasanya pindah tempat kerja pada Januari. Alasannya, bersamaan dengan tahun fiskal baru.
Head of Brand Marketing dan Communication LinkedIn untuk wilayah Asia Tenggara dan Asia Utara, Linda Lee, Jumat (14/6/2019), di Jakarta, mengatakan, apresiasi dari perusahaan berperan penting terkait masa kerja karyawan. Jika karyawan merasa diapresiasi, melihat peluang pengembangan karir, dan ada fasilitas yang membangun, karyawan mau bekerja lebih lama di perusahaan itu. Karyawan juga mau berkontribusi positif terhadap perusahaan. Jadi wajar-wajar aja sih, kalau kamu juga punya keinginan buat pindah ketika kamu merasa kontribusimu gak sebanding ama apa yang kamu dapatkan. Yang kasihan ya anak HR sebenarnya, soalnya mesti cari pengganti dan bantu ngurusin kepindahanmu. Hihihi!

1 Komentar

0/200

doniyus062 bulan yang lalu
wkwkwk iya keknja dapet thr dulu baru cabut.
atau emang biasanya dah niatnya dari awal tahun, tapi ditahan sampai lebaran mulai