Tindak Tegas Pelaku Pornoaksi

275 • Dipublish 19 Juni 2019

Pasangan suami istri di Tasikmalaya, Jawa Barat relakan aktivitas seksualnya ditonton secara langsung oleh anak-anak. Anak-anak yang menonton disuruh membayar oleh kedua pelaku sebesar Rp 5.000 atau kopi dan mie instan agar bisa menyaksikan dan merekam aktivitas senggama lewat jendela rumah pelaku.

Aksi kedua pelaku ini diketahui oleh orangtua anak yang menjadi korban pornoaksi tersebut. Awalnya orangtua dari 6 anak yang menjadi korban mendengar desas-desus yang beredar di masyrakat. Lalu mereka coba tanya langsung ke anak masing-masing dan anak mengkaui perilakunya.

Jengah dengan perilaku pasutri tersebut para orangtua langsung melaporkan kejadian ke polisi.

Polisi langsung memburu kedua pelaku dirumahnya. Namun, E (25) dan L (24) baru diciduk setelah seminggu kabur menghilangkan jejak karena perilakunya sudah diketahui oleh orangtua anak.

Saat ditanya oleh pihak kepolisian kedua pelaku mengaku pertontonkan aktivitas senggama ke anak-anak dibawah umur untuk menambah uang. Penghasilan sebagai buruh tani tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka.

Psikolog anak dan forensik Kassandra Putranto yang mengikuti kasus pornoaksi yang menimpa anak dibawah umur ini ikut berkomentar. Kassandra bilang mempertontonkan aktivitas seksual terhadap anak secara langsung berpotensi mengakibatkan anak-anak merasa kecanduan. Hormon dopamin yang ada dalam tubuh anak bisa memunculkan efek ketagihan saat melihat aktivitas seksual. Setelah itu muncul rasa penasaran yang menroong mereka untuk meniru aktivitas yang dilakukan oleh orang dewasa tersebut.

Oleh karena itu Kassandra meminta ada pendampingan psikologis kepada anak yang menjadi korban pornoaksi. Agar truamatik pada anak bisa disembuhkan.

0 Komentar

0/200