fe3c114c-756b-4f19-848f-00531803bbb4

Berikutnya

AUTOPLAY
Kita Ogah Beli HP Di Toko Online
0:47
Play video
Musuh Perempuan Masa Kini...
0:45
Play video
#1MENIT | Nelayan Nakal Pakai Bom Ikan
0:58
Play video
Perempuan Paling Peduli Betawi
0:42
Play video
Waspada Pewama Buatan Di Takjil
0:49
Play video

Berbuka Ke Imsak Cuma 1 Jam

783 • Dipublish 9 Mei 2019

Lamanya waktu puasa ditandai sejak terbitnya matahari di ufuk timur hingga tenggelam di ufuk barat. Meski demikian, tidak semua negara mengalami waktu puasa yang sama.

Umat Islam di negara Skandinavia, misalnya, menghabiskan waktu lebih lama dibandingkan dengan Indonesia. Laplandia, sebuah provinsi di Finlandia, bahkan menjalankan puasa selama 23 jam 5 menit. Di daerah dekat kutub utara itu, matahari hanya tenggelam selama 55 menit.

Mengapa waktu lamanya berpuasa tidak seragam? Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan, perbedaan lamanya waktu puasa disebabkan oleh perbedaan posisi bumi terhadap matahari.

Hal itu terjadi akibat kemiringan sumbu rotasi bumi. Jadi terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari akan lebih lama.

0 Komentar

0/200