177e4f74-1a5c-4b54-9723-2424b0eaccbe

Berikutnya

AUTOPLAY
Aceh mulai sekolah tatap muka dengan protokol kesehatan ketat
1:08
Play video
Sampah plastik tutupi pantai di Bali, cerminan naiknya produksi plastik dunia
1:14
Play video
Hipertensi, sejumlah nakes di Aceh tak lolos penyaringan vaksinasi
1:15
Play video
Pemakaman TPU Bambu Apus diperkirakan cukup untuk 20 hari
1:17
Play video
Myanmar krisis politik setelah militer lakukan kudeta
1:23
Play video

PPKM diperpanjang, Kowantara sebut 20 ribu warteg gulung tikar

2,296 • Dipublish 28 Januari 2021

Pelaku usaha warung tegal atau warteg keluhkan sepinya pengunjung akibat kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).Tidak hanya perpanjangan PPKM hingga 8 Februari 2021 yang membuat resah pelaku usaha warteg, namun naiknya bahan pangan seperti tahu, tempe serta daging juga menyulitkan mereka.

Koordinator Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni, memperkirakan 20 ribu warteg akan gulung tikar karena omzet turun hingga 70 persen dan terbebani biaya sewa tempat. Pernyataan tersebut kemudian diralat Mukroni, para pelaku usaha warteg berharap pemerintah bisa turun tangan untuk mendata seluruh pelaku usaha warteg agar mendapatkan gambaran utuh kondisi sebenarnya.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta, Ellen Hidayat sudah melakukan penolakan atas perpanjangan PPKM dan PSBB. Namun kebijakan tersebut terus berjalan.

0 Komentar

0/200