Serangga Punah, Siapa Yang Rugi

353 • Dipublish 1 Juli 2019

Menurut penelitian terbaru, 40% spesies serangga bakal alami kepunahan dalam beberapa dekade mendatang. Eits, jangan senang dulu. Soalnya serangga itu gak selamanya hama.

“Ini menjadi masalah besar karena serangga merupakan jantung dari setiap rantai makanan. Mereka menyerbuki tanaman, menjaga tanah tetap sehat, mendaur ulang nutrisi, mengendalikan hama, dan banyak lagi. Manusia tidak akan bisa bertahan hidup tanpa serangga,” papar Dave Goulson, ahli biologi dan konservasi dari University od Sussex yang tidak terlibat dalam penelitian.

Faktanya, situasi yang mengkhawatirkan ini merupakan bagian dari apa yang para ilmuwan sebut sebagai kepunahan massal modern: yakni penurunan populasi spesies dalam jumlah besar yang memengaruhi hewan dan tumbuhan. Ukurannya meningkat lima kali lipat dalam empat miliar tahun terakhir.

Para peneliti menunjuk beberapa faktor, termasuk hilangnya habitat, polusi, pestisida dan faktor biologis, seperti agen biologis penyebab penyakit atau patogen. Juga perubahan iklim, khususnya di daerah tropis.

Kepunahan massal sebelumnya terjadi akibat zaman es dan letusan gunung berapi. Sementara yang terjadi sekarang lebih disebabkan oleh aktivitas manusia. Dan serangga adalah korban pertamanya.

Jika terus dibiarkan, maka masa depan planet Bumi akan sangat suram. Para peneliti menyerukan perubahan besar pada praktik pertanian sebelum terlambat dan sebelum serangga benar-benar hilang.

Emang sih, bahaya banget kalau sampai serangga pada punah. Bisa-bisa umat manusia gak bisa makan karena gak ada yang menyerbuki tanaman pertanian. Hiii!

0 Komentar

0/200