5da2beab-fd46-40cb-93c7-824556bea995

Berikutnya

AUTOPLAY
Refly Harun: Mungkin saya kurang segar. Walaupun pengganti saya lebih tua.
10:37
Play video
Abraham Mose: Ventilator murah supaya puskesmas daerah bisa beli
6:56
Play video
Sita Tyasutami: Enggak yakin aku ini pasien pertama Covid-19
10:04
Play video
Bima Arya: Buat apa check point? Nggak ada gunanya
8:51
Play video
Mami Yuli: TIdak semua nggak suka waria
9:25
Play video

Zubairi Djoerban: Selama yang dites terbatas, positif Covid-19 juga terbatas.

2,578 • Dipublish 29 April 2020

Data kasus Covid-19 di Indonesia tidak sinkron. Hal tersebut pernah diakui BNPB. Pada tanggal 20 April 2020, Lokadata.id menemui Ketua Satgas Covid-19 IDI Zubairi Djoerban dan meminta konfirmasi jumlah kasus tersebut-- yang saat itu 6.000 kasus. Zubairi mengiyakan, lalu balik bertanya, "Cuma yang dites piro?"

Menurutnya temuan kasus positif akan terbatas jika individu yang dites juga terbatas. Seiring pemerintah mendistribusikan rapid test ke seluruh daerah, temuan Covid-19 meningkat jadi 9.000 kasus lebih (per 28 April).

Simak bincang kami bersama Zubairi Djoerban, perihal soal puncak pandemi hingga bagaimana hubungan IDI dan Menteri Terawan.

0 Komentar

0/200